Type something and hit enter

Posted by On
Olahraga Berkuda: Sejarah, Teknik, Peraturan, Ukuran Lapangan

Materi olahraga berkuda atau pacuan kuda yang meliputi pengertian, sejarah, teknik dasar, peraturan, jenis, nomor-nomornya, peralatan dan perlengkapan dan ukuran lapangan berkuda/pacuan kuda.

Cabang olahraga berkuda atau sering juga disebut dengan Pacuan kuda adalah olahraga berkuda yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Kuda dilatih untuk berpacu menuju garis finish/akhir melawan peserta lain.

Contohnya adalah balap kereta kuda yang populer di zaman Romawi kuno. Di kalangan masyarakat Nordik juga dikenal pacuan kuda milik dewa Odin dengan raksasa Hrungnir dalam mitologi mereka. Pacuan kuda seringkali tidak dapat dipisahkan dari berjudi. Olahraga ini sering disebut sebagai Olah raga raja-raja.

Salah satu bentuk utama dari pacuan kuda yang populer di banyak bagian dunia sekarang adalah pacuan kuda Thoroughbred.

Kuda pada awalnya hanya digunakan manusia sebagai sarana transportasi. Namun seiring berkembangnya zaman kuda sekarang lebih sering digunakan untuk kegiatan olahraga atau rekreasi.

Pengertian Olahraga Berkuda


Pengertian olahraga berkuda adalah suatu aktifitas dimana manusia mampu menunggangi, mengendarai, melompat atau berlari dengan menggunakan kuda.

Berkuda merupakan olahraga yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Dalam hal ini seorang atlet harus memiliki keseimbangan yang baik saat menunggang, koordinasi yang baik, serta penguasaan teknik dasar berkuda keserasian saat menunggang dan kemahiran dalam mengendalikan kuda.

Teknik Dasar Olahraga Berkuda


Hal pertama yang dipelajari dalam menunggangi kuda adalah:

Cara duduk yang benar


Agar penunggang dan yang ditunggangi  merasa nyaman, berat badan penunggang kuda berada di atas punggung kuda.

Cara menggerakkan kuda


Kuda digerakkan menggunakan betis dan diberhentikan dengan menarik tali tuntunan.

Lunging/Longer


Longer adalah berlatih berputar mengelilingi pelatih yang membantu mengendalikan kuda memakai tali panjang, kurang lebih 7 meter, yang dihubungkan ke bagian mulut kuda.

Teknik Dasar Gaya Berjalan dalam Berkuda


Untuk seorang penunggang pemula diharuskan menguasai 3 teknik dasar gaya berjalan, yaitu walk, trot  dan canter.

Walk


Walk adalah dasar dalam menunggang kuda. Wolk adalah gaya berjalan kuda yang paling lambat. Seorang penunggang dasar diharuskan menguasai teknik berjalan ini.

Trot


Trot adalah teknik berlari kecil yang lebih cepat dari walk. Kesulitan dalam trot lebih tinggi daripada walk karena penunggang diharuskan menggerakkan badan menyesuaikan dengan gerakan kuda.

Canter


Diantara ketiganya, canter adalah teknik berjalan yang paling cepat. Sama seperti trot, penunggang diharuskan menggerakkan badan menyesuaikan dengan gerakan kuda. Teknik ini lebih sulit karena penunggang harus bisa menyeimbangkan badan ketika kuda berlari dalam kecepatan tinggi.

Jenis Olahraga Berkuda


Adapun jenis-jenis dalam cabang olahraga berkuda adalah sebagai berikut.

1. Polo Berkuda


Objek dari permainan ini adalah memasukkan bola ke gawang musuh dengan memakai tongkat kayu, masing-masing tim terdiri dari 4 orang pemain dimana setiap pemain berada diatas kuda.

2. Gymkhana Berkuda


Gymkhana adalah permainan berkuda yang kebanyakan dilaksanakan oleh penunggang remaja. Dalam kecepatan tinggi penunggang berjuang melewati atau mengitari rintangan (barrel race) atau mengerjakan permainan-permainan lainnya dengan menggunakan kuda.

3. Equestrian (ketangkasan berkuda)


Equestrian terdiri dari disiplin (cabang):

  • Tunggang serasi
  • Lompat Rintang
  • Trilomba
  • Endurance


Nomor-Nomor dalam Berkuda


Olimpiade 1924 adalah pertama kalinya kompetisi berkuda berada dibawah naungan FEI. Ada 3 disiplin dalam cabor berkuda yang diperlombakan di olimpiade yaitu, dressage (tunggang serasi), show jumping (lompat rintang) dan eventing (trilomba).

Nomor Dressage


Dressage (tunggang serasi) adalah disiplin pada cabor berkuda yang mana atlet harus dapat mengendalikan kuda untuk melakukan gerakan tertentu. Dalam dressage kuda dan penunggangnya harus melakukan serangkaian gerakan yang diberikan nilai antara 0-10, seperti dalam olahraga senam lantai/gymnastics.

Nomor ini cocok untuk penunggang yang menyukai berkuda keindahan dan keluwesan, di mana penunggang akan melatih kudanya melakukan manuver gerakan rumit dengan isyarat tangan, kaki, atau kecondongan berat badan.

Nomor Show Jumping


Show jumping (lompat rintang) adalah disiplin yang dimana kuda dan penunggangnya harus menyelesaikan lintasan (course) yang telah ditentutkan tanpa menjatuhkan rintangan, lintasan dalam show jumping berbeda-beda dan dapat menyesuaikan tingkat kesulitan lintasan dengan jenis atau lever pertandingan.

Nomor ini cocok untuk penunggang yang suka beraksi.

Nomor Eventing


Eventing adalah triathlon (trilomba) dalam equestrian yaitu pertandingan kombinasi yang mengandalkan pengalaman penunggang dalam semua nomor berkuda.

Nomor ini cocok untuk penunggang yang mempunyai bakat atau kemampuan berbagai nomor.

Nomor Endurance


Endurance adalah kompetisi maraton untuk para penunggang kuda dengan menguji ketahanan fisik kuda serta penunggangnya dalam melintasi berbagai permukaan dengan jarak yang jauh.

Sejarah Olahraga Berkuda


Olahraga berkuda ini memiliki sejarah yang panjang. Olahraga ini telah ada sekitar 5.000 tahun yang lalu, manusia purba sudah menganggap kuda sebagai hewan ternak. Kuda digunakan untuk mengangkut barang dan tak jarang untuk ditunggangi. Bahkan, kuda juga dijadikan sebagai bahan makanan.

Pada zaman Yunani dan Romawi kuda malah dijadikan sebagai aktivitas berperang. Orang-orang pada saat itu mengandalkan kecepatan kuda sehingga bisa lari dari musuh ataupun untuk mengejar musuh dengan cepat.

Selain itu, balap kuda pada zaman ini sudah mulai diadakan. Banyak bukti-bukti arkeologi yang menunjukkan bahwa manusia pada zaman dulu sudah mempraktekkan aktivitas ini. Terutama masyarakat Yunani Kuno, Mesir, Babel, dan Syria.

Memasuki masa Renaissance, yaitu sekitar tahun 1300-an, banyak orang yang belajar mendalami seni menunggangi kuda. Bahkan telah banyak didirikan sekolah-sekolah besar di Eropa. Namun, biaya untuk belajar olahraga ini sangat mahal. Oleh karena itu, hanya orang-orang bangsawan saja yang bisa menekuninya. Berkuda menjadi olahraga favorit kaum bangsawan di Inggris dan Perancis

Sedangkan, sejarah olahraga berkuda di Indonesia sendiri mulai dikenal pada masa penjajahan Belanda. Saat itu pacuan kuda diadakan setiap ada perayaan besar dan ulang tahun Ratu Belanda. Dari situlah, masyarakat Indonesia mulai ikut tertarik dengan aktivitas ini.

Sebagai cabang olahraga, berkuda pertama kali dipertandingkan pada olimpiade tahun 1900. Meski sempat ditiadakan di olimpiade berikutnya, pada tahun 1912 berkuda kembali dipertandingkan sampai sekarang.

Berkuda adalah satu-satunya cabor di olimpiade yang dimana pria dan wanita berkompetisi dengan setara. Selain itu berkuda satu-satunya cabang olahraga yanag melibatkan binatang.

Federasi internasional dari cabor berkuda adalah FEI (Federation Equestre Internantionale) sedangkan federasi berkuda nasional adalah PORDASI (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia).

Peralatan dan Perlengkapan Berkuda


Peralatan yang wajib diketahui dan juga sebagai pelindung keselamatan adalah perlengkapan wajib seorang penunggang kuda, di antaranya sebagai berikut.

  1. Standard safety helmet atau helm
  2. Sepatu tunggang atau boot
  3. Pelindung dada
  4. Kacamata atau race
  5. Pecut atau cemeti
  6. Celana panjang yang pas agar tidak mudah terjepit.


Sementara itu untuk kudanya sendiri dibutuhkan peralatan seperti berikut.

  1. Saddle atau pelana kuda
  2. Saddle pad atau alas pelana kuda
  3. Stirrup atau sanggurdi
  4. Adjustable stirrup straps atau tali sanggurdi
  5. Girth atau tali perut/amben
  6. Head bridle/sarungan kepala
  7. Bite atau kendali besi
  8. Reins atau tali kekang
  9. Martingal vertikal dan martingal horizontal, alat ini dipakai untuk mengendalikan kuda
  10. Lead rope atau tali untuk tuntunan kuda.


Seluruh peralatan tersebut dibuat secara khussu dan disesuaikan dengan kebutuhan penunggang dan kudanya, seperti untuk kuda pacu akan berbeda kebutuhannya dengan kuda tunggang biasa, bahkan dengan kuda latihan.

Sistem Peraturan Kompetisi Berkuda


Ada 3 hal yang dinilai dalam kompetisi berkuda adaalh walk, trot, dan canter. Sistem pertandingan pada pacuan kuda mengharuskan kuda masuk posisi lima besar agar bisa meneruskan pada tingkat selanjutnya.

Tingkatan tersebut adalah:

  1. Maiden race (balapan untuk pemula)
  2. Class D Race
  3. Class C Race
  4. Class B Race
  5. Class A Race 
  6. Grade III Race
  7. Grade II Race
  8. Grade I Race (grade tertinggi dalam pacuan kuda. Pada grade 1 race, pesertanya minimal telahm asuk grade III. Grade I dibagi menjadi 2, yaitu kuda lokal dan untuk internasional).


Sistem grade ini menjadikan kuda yang tidak lolos di kelasnya akan turun ke kelas yang berada di bawahnya. Batasnya hanya hingga Class D Race, sementara yang gagal masuk lima besar akan tetap di kelasnya. Namun, bagi kuda unggulan yang benar-benar bagus.

Untuk umur mengikuti lomba Flat Race (untuk Jumping Race tinggal ditambah 1 tahun) adalah sebagai berikut.

  1. 2 tahun (mulai mengikuti Maiden race dan memiliki Grade I race khusus untuk pemula).
  2. 3 tahun (bagi kuda yang berhasil di umur 2 tahun, dapat mengikuti kejuaraan 3 Grade 1 Rae).
  3. 4 tahun (merupakan masa transisi, kuda harus melawan yang lebih tua darinya. Rata-rata kuda 4 tahun kalah ditangan kuda 5 tahun yang telah mahir, baik dari kemampuan maupun usia).
  4. 5 tahun (masa keemasan bagi seekor kuda pacu).
  5. 6 tahun (masa terjadi penurunan biasanya kuda-kuda juara mulai pensiun dan mulai bereproduksi).
  6. Pada umumnya, kuda maksimal mengikuti lomba hingga berusia 8 tahun.


Ukuran Lapangan Pacuan Kuda


Panjang lintasan arena pacuan kuda minimal 150 m dan maksimal 1200 m. Luas arena standar internasional adalah 90 x 35 meter, dengan alas/ground pasir atau rumput.

Demikianlah artikel kali ini tentang cabang olahraga berkuda atau pacuan kuda meliputi pengertian olahraga berkuda, sejarah, teknik, peraturan, jenis, nomor-nomor, dan ukuran lapangannya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.

0 komentar