Type something and hit enter

Posted by On
Lari jarak pendek atau sprint adalah salah satu nomor lari dalam cabang atletik.

Pada kesempatan ini kami akan membagikan materi yang meliputi nomor lari jarak pendek, pengertian, teknik, sejarah, peraturan serta teknik start dan aba-aba lari jarak pendek.

Sprint harus didukung dengan kekuatan dan kecepatan yang tinggi karena membutuhkan daya tahan kecepatan (speed endurance) yang kuat, mulai start sampai finish.

Klasifikasi lari jarak pendek terbagi atas beberapa macam, yaitu sebagai berikut:
  1. lari jarak 100 meter untuk putra dan putri (short sprint);
  2. lari jarak 200 meter untuk putra dan putri (medium sprint);
  3. lari jarak 400 meter untuk putra dan putri (long sprint).

Selain itu, lari jarak pendek dipertandingkan pula pada nomor lari gawang (burdles), yaitu 100 meter gawang, 110 meter gawang, dan 400 meter gawang. Lari ini pun digunakan pada nomor lari estafet (lari sambung) 4 x 400 meter dan 4 x 100 meter.

Baca juga: Sejarah Lari Jarak Jauh dan Tekniknya


Lari Jarak Pendek

Pengertian Lari Jarak Pendek Menurut Para Ahli


1. Muhajir


Sprint adalah sebuah kompetisi  lari yang mewajibkan para pelari berlari dengan kecepatan yang sangat penuh dengan menempuh jarak 100 m, 200 m, dan 400 m.

2. Syarifudin dan Muhadi


Sprint adalah cara lari dimana atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin.

3. Yusuf adisasmita


Lari jarak pendek adalah seluruh nomor lari yang dilakukan dengan sprint sepanjang jarak yang ditempuh.

4. Wikipedia


Sprint adalah lari yang menempuk jarak antara 50 m sampai dengan jarak 400 m.

Jadi, dari beberapa definisi di atas, dapat kami simpulkan bahwa:

Lari jarak pendek (sprint) adalah salah satu dari cabang olahraga atletik yang menuntut peserta untuk berlari dengan secepat dan sekuat mungkin, yang bertujuan untuk memenangkan suatu pertandingan dengan berbagai macam jarak tempuh, yaitu 100 m, 200 m, dan 400 m.

Sejarah Lari Jarak Pendek


Sekitar abad ke-7 SM, lari jarak pendek telah dipertandingkan pada zaman Yunani kuno. Kemunculan pertandingan lari jarak pendek berawal dari seorang prajurit asal Yunani yang berlari dari Persia untuk membawa pesan atas kemenangan Yunani perang melawan Persia, tetapi prajurit itu meninggal tak lama setelah memberikan pesan pada raja. Kemudian raja Yunani mengadakan perlombaan lari jarak pendek untuk memperingati kematian prajurit itu.

Seiring berjalannya waktu, perlombaan lari sudah banyak ditemukan di berbagai negara dan akhirnya, pada tahun 1912, dibentuknya IAAF atau International Association of Athletics Federation yang berpusat di Monako. Hingga saat ini, 212 negara telah menjadi anggota IAAF.

Teknik Lari Jarak Pendek

Teknik Lari Jarak Pendek

Adapun teknik lari jarak pendek atau cara melakukannya adalah:

1. Teknik Start Lari Jarak Pendek


Ada 3 (tiga) macam, start dalam olahraga lari, yaitu start berdiri, start melayang, dan start jongkok. Start yang yang digunakan untuk lari jarak pendek adalah start jongkok.

Mengapa harus start jongkok? Kenapa tidak menggunakan start berdiri atau start melayang? Karena  dengan menggunakan start jongkok, akan membuat anda lebih nyaman dan memaksimalkan kecepatan lari saat pistol dibunyikan.

Sesuai dengan istilahnya, start jongkok dilakukan dengan cara berjongkok. Start jongkok berdasarkan cara pelaksanannya dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu:

a. Start pendek (the short start / bunch start)


1) Sikap permulaan

Sikap permulaan start pendek yaitu: berdiri tegak kedua kaki rapat, lengan harus di samping badan, dan pandangan lurus ke depan.

2) Cara melakukan

Cara melakukan start pendek yaitu:

  1. Langkahkan kaki kiri ke depan dengan jari-jari kaki lurus ke depan.
  2. Letakkan ujung jari kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan.
  3. Jarak kedua kaki kira-kira satu kepalan tangan.
  4. Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jari-jari tangan rapat, ibu jari membuka membentuk huruf V terbalik di belakang garis start.


b. Start menengah (the medium start)


1) Sikap permulaan

Sikap permulaan start menengah yaitu: berdiri tegak kedua kaki rapat, lengan lurus di samping badan, dan pandangan lurus ke depan.

2) Cara melakukan

Cara melakukan start menengah yaitu:

  1. Langkahkan kaki kiri ke depan dengan jari-jari kaki lurus ke depan.
  2. Letakkan lutut kaki belakang sejajar dengan ujung jari kaki depan.
  3. Jarak kedua kaki kira-kira satu kepalan tangan.
  4. Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jari-jari tangan rapat, ibu jari membuka membentuk huruf V terbalik di belakang garis start.


c. Start panjang (the long start)


1) Sikap permulaan

Sikap permulaan start panjang, yaitu: berdiri tegak kedua kaki rapat, lengan lurus di samping badan, dan pandangan lurus ke depan.

2) Cara melakukan

Cara melakukan start panjang yaitu:

  1. Langkahkan kaki kiri ke depan dengan jari-jari kaki lurus ke depan.
  2. Letakkan lutut kaki belakang sejajar dengan ujung kaki depan.
  3. Jarak kedua kaki kira-kira satu kepalan tangan.
  4. Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jari-jari tangan rapat, ibu jari membuka membentuk huruf V terbalik di belakang garis start.


2. Aba-Aba Lari Jarak Pendek

Aba-Aba Lari Jarak Pendek

Aba-aba start jongkok terdiri dari 3 tahap, yaitu:

a. Gerakan Start pada Aba-aba "Bersedia"

  1. Tangan diletakkan tepat di garis, ibu jari dan jari yang lain membentuk huruf V terbalik, bahu condong ke depan, dan lengan dalam posisi lurus.
  2. Pada saat aba-aba "bersedia", posisi badan agak maju ke depan, tangan tetap lurus dan usahakan posisi kepala rileks agar leher tidak tegang, dan pandangan kurang lebih 2 meter ke depan.
  3. Selain tubuh tetap rileks, pikiran pun harus dikonsentrasikan pada aba-aba "bersedia".


b. Gerakan Start pada Aba-aba "Siap"

  1. Angkat pinggul ke atas lebih tingi dari bahu sehingga badan lebih condong ke depan.
  2. Pandangan tetap lurus ke depan dan usahakan tangan tetap lurus.
  3. Saat mengangkat panggul, ambil napas dalam-dalam.
  4. Fokuskan konsentrasi pada aba-aba "siap".


c. Gerakan Start Pada Aba-Aba "Ya" atau Bunyi Pistol

  1. Ayunkan lengan kanan ke belakang dan lengan kiri ke depan secara kuat. Bersamaan dengan itu, kaki kanan melangkah secepat mungkin dan kaki kiri menolak kuat-kuat untuk menambah kecepatan. Usahakan langkah kini dilakukan sampai dengan 70 cm di depan garis start.
  2. Posisi badan meluncur lurus ke depan dan langkah kaki dipercepat.
  3. Langkah kaki harus semakin lebar untuk mendapatkan kecepatan penuh, pandangan ke depan, serta konsentrasi ke garis finish.


3. Kesalahan-Kesalahan dalam Start Jongkok


Pada waktu melakukan start jongkok sering terjadi beberapa kesalahan yang fatal, di antaranya sebagai berikut.

  1. Pandangan yang terlalu jauh ke depan, membuat leher pelari menegang. Akibatnya dapat mengurangi laju kecepatan.
  2. Badan tidak seimbang, ketika mengangkat panggul, terjadi gerakan yang terlalu cepat serta mendadak.
  3. Mengangkat panggul terlalu tinggi. Hal ini akan berakibat badan tegak, terlalu cepat sehingga kecepatan start akan kurang maksimal.


4. Teknik Gerakan Sprint


Beberapa gerakan sprint yang patut dipelajari, yaitu sebagai berikut.

  1. Kaki bertolak sekuat-kuatnya, lutut diangkat setinggi panggul, dan tangan mengayun bergantian agar badan tetap seimbang.
  2. Pandangan lurus ke depan ke arah garis finish.
  3. Badan condng dan rileks dengan mengatur gerakan tangna.
  4. Gerakan kaki setinggi-tingginya dan langkahkan kaki selebar mungkin.


5. Teknik Mencapai Garis Finish


Gerakan ini adalah gerakan yang dilakukan pelari pada saat mencapai garis finish. Teknik gerakan mencapai garis finish, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Tetap berlari pada kecepatan tinggi.
  2. Dada dicondongkan ke depan, atau kepala lebih dahulu di depan dan kedua tangan diayunkan ke bawah belakang dengan gerakan, seperti merobohkan diri.
  3. Bahu sebelah maju. Teknik ini dilakukan dengan cara memutar dada ke depan dengan ayunan tangan ke depan atas. Jika yang maju bahu kanan, kananlah yang diayunkan.

Itulah teknik lari jarak pendek yang wajib kalian pelajari.


Peraturan Lari Jarak Pendek

Peraturan Lari Jarak Pendek

Peraturan perlombaan lari jarak pendek yang ditetapkan oleh induk organisasi atletik dunia/internasioal yaitu IAAF (International Amateur Atletik Federation) atau induk organisasi atletik Indonesia yaitu PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

1. Peraturan Perlombaan


Peraturan perlombaan dalam lari jarak pendek adalah sebagai berikut:
  • Garis start dan finish dalam lintasan lari ditunjukan dengan sebuah garis selebar 5 cm siku-siku dengan batas tepi dalam lintasa. Jarak perlombaan harus diukur dari tepi garis start ke tepi garis finish terdekat dengan garis start.
  • Aba-aba yang digunakan dalam perlombaan ini adalah: "bersedia", "siap", "yak" atau bunyi pistol.
  • Semua peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba-aba "bersedia" atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara.
  • Peserta yang membuat kesalahan pada saat start harus diperingatkan (maksimalnya 3 kali kesalahan).
  • Lomba lari jarak pendek pada perlombaan besar dilakukan dalam 4 tahap, yaitu babak pertama, babak kedua, babak semi final, dan babak final.
  • Babak pertama akan diadakan apabila jumlah peserta banyka, pemenang I dan II tiap heat berhak maju ke babak selanjutnya.

2. Diskualifikasi atau Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah


Hal-hal yang dianggap tidak sah dalam olahraga lari jarak pendek yaitu:
  • Melakukan kesalahan dalam start lebih dari 3 kali.
  • Memasuki lintasan pelari lain.
  • Menganggu pelari lain.
  • Keluar dari lintasan.
  • Terbukti memakai obat perangsang.

3. Petugas atau Juri dalam lomba Lari


Petugas atau juri dalam perlombaan lari jarak pendek terdiri atas:
  • Starter, yaitu petugas yang memberangkatkan pelari.
  • Recall Starter, yaitu petugas yang mengecek atau mengabsen para pelari.
  • Timer, yaitu petugas pencatat waktu.
  • Pengawas lintasan, yaitu petugas yang berdiri pada tempat tertentu dan bertugas untuk mengawasi pelari apabila melakukan kesalahan dan pelanggaran.
  • Juri kedatangan, yaitu petugas pencatat kedatangan pelari yang pertama sampai dengan terakhir dan menentukan rangking/urutan kejuaraan.
  • Juri pencatat hasil, yaitu petugas pencatat hasil setelah pelari memasuki garis finish.

4. Sarana dan Prasana Lari Jarak Pendek


Beberapa peralatan yang biasa dipergunakan pada saat melakukan lari jarak pendek adalah sebagai berikut.

  • start block (tempat start);
  • sepatu lari sprint (spike) dengan ketentuan di telapak depan tedapat enam buah paku;
  • suara tembakan pistol aba-aba (bisa menggunakan peluit atau bendera);
  • lintasan lari (track).


Manfaat Sprint


Lari jarak pendek atau sprint memang olahraga yang sangat mudah, tapi perlu anda tahu, melakukan sprint secara teratur akan berdampak baik untuk anda. Berikut beberapa manfaatnya.

1. Membakar lemak


Percaya tidak percaya, faktanya adalah melakukan sprint selama 1 jam setiap minggu lebih baik dalam membakar lemak dari pada jogging selama 1 jam setiap hari.

2. Menguatkan tulang


Dapat menguatkan tulang pada tubuh terutama pada kaki. Ini sangat bagus agar tulang tidak mudah patah saat terjadi benturan keras.

3. Membentuk otot


Bisa anda lihat sendiri para atlet lari profesional, mereka memiliki badan atletis dengan otot – otot yang berbentuk dikarenakan sering melakukan sprint.

4. Meningkatkan kecepatan dalam berlari


Sudah jelas, bahwa sprint bisa meningkatkan kecepatan berlari anda. Mengapa kami bilang begitu? Anda bisa lihat salah satu latihan para pesepak bola profesional adalah sprint. Mereka melakukan latihan sprint agar kecepatan lari mereka bertambah.

5. Memperlancar pernafasan


Setelah diteliti bahwa sprint yang dilakukan secara rutin akan dapat memperlancar pernafasan dan membuat nafas lebih panjang.


Demikianlah artikel hari ini tentang Lari Jarak Pendek: Pengertian, Sejarah, Teknik, Peraturan, Nomor & Manfaat. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.

Kumpulan Materi Olahraga

Referensi: https://manfaat.co.id/manfaat-lari-sprint
https://www.kajianpustaka.com/2018/01/pengertian-teknik-dan-peraturan-lari-jarak-pendek.html
http://bayusegra4.blogspot.co.id/2017/09/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
https://virtualrun.id/teknik-dasar-lari-jarak-pendek/
Irwansyah. 2006. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Grafindo
Yuliatin Enik dan Haryanto. 2012. Mengenal Olahraga Atletik. Jakarta: PT Balai Pustaka (Persero)

0 komentar