Type something and hit enter

Posted by On
olahraga sumo


Olahraga sumo mungkin kurang begitu diminati dibandingkan olahraga lainnya diseluruh didunia, namun di Jepang, sumo merupakan olahraga terbesar yang paling ditunggu.

Coba Anda bayangkan dua pria dengan bobot masing-masing 250 kg berusaha saling mendorong dan menjatuhkan hingga keluar dari arena yang berbentuk lingkaran. 

Untuk lebih ekstrimnya, coba bayangkan Anda terjepit diantara kedua pesumo yang sedang bertarung. Pastilah Anda merupakan pria sejati.

Olahraga ini termasuk salah satu olahraga terpopuler di Jepang. Olahraga sumo pada awalnya adalah sebuah tradisi olahraga untuk menghormati para dewa dalam kepercayaan Shinto ketika panen. Kemudian, diangkat sebagai hiburan kerajaan dikalangan istana Tenno. 

Pada zaman samurai, olah raga sumo menjadi olahraga yang mirip tinju bebas, lalu setelah masuk ke lingkungan istana ditetapkan beberapa aturan dalam pertandingan, salah satunya adalah pemain yang terdorong keluar arena dinyatakan kalah.

Sejak saat itu pemain sumo harus gendut sebagai salah satu pertahanan agar tidak mudah didorong oleh lawannya keluar arena.


Baca juga: Tarung Derajat

 


Kamus Sumo


  • Yokozuna - Juara besar sumo
  • Oozeki - Juara sumo
  • Sekitori - Pegulat sumo tingkat tertinggi
  • Dohyou - Arena gulat sumo
  • Basho - Turnamen/pertandingan
  • Gyouji - Wasit

Pengertian Sumo


Sumo adalah olahraga saling dorong antara dua orang dinamakan pesumo (rikishi) yang berbadan gemuk hingga salah seorang rikishi didorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran.

Pesumo (rikishi) harus berbadan besar dan gemuk karena semakin tambun pesumo, semakin besar pula kemungkinan untuk menang.

Pada literatur klasik Jepang abad ke-8 Masehi, bentuk awal sumo dikenal dengan sebutan Sumai.

Sejarah Sumo 


Asal usul sumo sampai detik ini, belum ada sejarawan maupun arkeolog yang mampu menetapkan pasti kapan sumo pertamakali dipraktikkan di Jepang.

Sumo adalah olahraga asli Jepang yang sangat kuno dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. 

Tidak ada yang benar-benar tau pasti kapan olahraga ini muncul, tetapi ada bukti bahwa pertandingan sumo diselenggarakan sebagai bagian dari penanaman festival padi di Jepang kuno, dua atau tiga ribu tahun yang lalu. Tepatnya di masa Kaisar Suinin memerintah Jepang pada tahun ke-23 sebelum Masehi (SM).

Di beberapa negara tetangga Jepang seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulat tradisional yang hampir mirip dengan sumo.

Menurut Nihon Shoki, buku sejarah tertua di Jepang, pada tahun 642 seorang bangsawan bernama Hakusai/Hakuzai mengatur festival sumo untuk merayakan pembukaan kuil baru yang telah ia bangun. Ini adalah catatan tertulis pertama dari pertandingan sumo.

Seiring perkembangan zaman, sumo dikaitkan dengan sejumlah ritual agama Shinto, seperti pada zaman Nara periode (646-794) atau (710-794 menurut situs historia.id).

Awalnya sumo merupakan pelayanan keagamaan yang berhubungan dengan perayaan masa panen padi, dan seiring berjalannya waktu digunakan untuk pemujaan terhadap Tuhan untuk meminta perlindungan bagi negaranya, perayaan tersebut dinamakan sumai no sechie. Dan telah menjadi olahraga professional pada permulaan periode Edo (1600-1868) (Danandjaja, 1997:201).

Selama lebih dari 300 tahun, sampai tahun 1174, sebuah festival sumo diselenggarakan di Kyoto setiap tahun pada 7 Juli, untuk menghibur Kaisar. 

Pada zaman Kamakura (1185-1336) sumo digunakan untuk melatih para samurai dan digunakan sebagai alat politik. 

Pada zaman Muromachi, abad ke-14 sumo berkembang menjadi Kanjin-sumo. Sumo menjadi olahraga profesional, dan digunakan sebagai acara penggalangan dana untuk memperbaiki kuil.

Pada zaman Edo, abad ke-19, sumo makin marak lantaran selain menawarkan kehormatan, juga mulai melibatkan uang dan memberi penghasilan besar.

Di zaman ini pula turnamen besar sumo se-Jepang digelar. Sumo pun perlahan menjadi olahraga nasional di Jepang. Di awal abad ke-20 bahkan sampai berdiri dua asosiasi sumo, yakni di Tokyo dan Osaka. 

Pada 28 Desember 1925, keduanya dilebur menjadi Dai-Nihon Sumo Kyokai alias Asosiasi Sumo Jepang, yang bernaung di bawah salah satu Kementerian di Jepang.

Di era itulah di Jepang mulai banyak pesumo lantaran sumo merupakan satu-satunya wadah bagi "pengungsian" para samurai. 

Pada era Meiji, akhir abad ke-19, status samurai dihapuskan. Sejumlah tradisinya pun dilenyapkan,. Salah satunya terkait kehormatan jambul khas samurai. Hanya dalam olahraga sumo-lah para bekas samurai bisa mempertahankan kehormatan jambul mereka.

Teknik-Teknik Sumo


Teknik-teknik tersebut antara lain:
  1. Oshidashi: Mendorong lawan keluar lingkaran tanpa memegang Mawashi (sabuk sumo).
  2. Yori Kiri: Mengusir lawan keluar dari lingkaran dengan memegang Mawashi.
  3. Tsuridashi: Mengangkat lawan keluar dari lingkaran.
  4. Hatakikomi: Menampar lawan ke tanah.
  5. Uwatenage: Melempar lawan ke tanah dengan meraih Mawashi (lemparan ketiak).
  6. Shitatenage: Melempar lawan ke tanah dengna meraih Mawashi (lemparan ketiak).
  7. Hikiotoshi: Menarik di bahu, lengan, atau mawashi lawan dan memaksa mereka ke tanah.

Tingkatan dalam Olahraga Sumo

tingkatan sumo


Pesumo digolongan kedalam enam peringkat. Pesumo dengan peringkat tertinggi yaitu Makunouchi, Juryo, Makushita, Sandanme, Jonidan dan yang terendah yaitu Jonokuchi

Makunouchi terbagi lagi ke dalam lima tingkatan. Dari yang terendah yaitu Maegashira, Komusubi, Sekiwake, Ozeki dan yang tertinggi Yokozuna.

Pesumo pada golongan peringkat paling atas yakni Makunouchi dan Juryo diberi gelar kehormatan yang disebut sekitori. Dan hanya pesumo peringkat sekitori yang berhak dapat gaji. Pesumo tingkat bawah dianggap sebagai pesumo magang dan hanya menerima uang saku sekedarnya sebagai melakukan berbagai macam pekerjaan di pusat pelatihan.

Mayoritas pesumo berada dalam golongan Maegashira dan diberi peringkat berdasarkan nomor urut 1 - 16 atau 17. Setiap peringkat dibagi menjadi dua kubu yaitu kubu timur dan kubu barat. Kubu timur dianggap lebih prestisius dibanding kubu barat. Karena dianggap lebih banyak menang dalam pertandingan yang dsebut kachikoshi dan diputuskan oleh Nihon sumo kyokai (Asosiasi sumo).

Peraturan Pertandingan Olahraga Sumo


Sebelum pertandingan dimulai ada berbagai macam ritual dan beberapa kode etik yang dilakukan oleh rikishi

Peraturan umum sumo yaitu dua pesumo (rikishi) bermain daam satu ring (dohyo). Siapa yang berhasil mendorong lawannya keluar dari ring maka ialah pemenangnya. Menurut peraturan pertandingan sumo, hanya bagian telapak kaki yang diizinkan untuk keluar ring. Apabila terdapat bagian tubuh selain bagian telapak kaki yang keluar, maka pesumo tersebut dihitung kalah.

Pertandingan sumo dimulai dengan kedua pesumo meletakkan kedua tangan di atas tanah secara bersamaan. Hal ini sering dimanfaatkan para pesumo untuk merusak konsentrasi lawannya dengan cara berpura-pura meletakkan tangannya.

Saat dimulai, pertandingan sumo biasanya berlangsung hanya beberapa detik saja. Pertandingan dianggap selesai apabila salah satu pesumo terlempar keluar dari ring (dohyo) atau salah satu anggota badannya (kecuali telapak kaki) menyentuh tanah.

Pertandingan bisa juga berakhir apabila salah seorang pesmo kehilangan mawashi atau cawat yang dipakainya yang mana pegulat yang 'telanjang' tersebut terkena diskualifikasi.

Wasit Sumo


Wasit sumo disebut sebagai gyoji selalu mempertaruhkan kehormatannya dalam setiap keputusan yang dibuat. Wasit dalam pertandingan sumo senantiasa membawa tanto atau pisau kecil sebagai simbol mereka siap melakukan seppuku (bunuh diri dengan cara membelah perut) apabila mereka salah ambil keputusan.

Walaupun begitu tetap saja belum pernah ada gyoji sampai melakukan seppuku, seorang gyoji akan langsung mengajukan surat pengunduran diri apabila ia salah mengambil keputusan.

Demikianlah artikel kali ini tentang olahraga gulat sumo yang berasal dari Jepang. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.

0 komentar